Jun 23, 2011

Identifikasi Hama dan Penyakit Tanaman Masyarakat

Senin 16 Mei 2011, atas permintaan masyarakat terutama Dsn. Kalitengah Kidul dilakukan identifikasi Hama dan Penyakit yang menyerang tanaman cabai mereka, karena gejala yang diceritakan hampir sama disemua lahan,  identifikasi dilakukan di areal tanam milik kepala dusun Kali Tengah Kidul yaitu Bpk. Jamin. 

Dari hasil identifikasi oleh tim yang mengerti tentang hama penyakit tanaman, tanaman cabai milik warga tersebut layu dan terserang jamur. Terdapat dua kemungkinan hal yang menyebabkan, pertama Pseudomonas solana cearum  sejenis bakteri, yang terbawa oleh aliran air, genangan air, bakteri ini biasaanya menyerang tanaman-tanaman (Solanaceae). Untuk pengendalianya  yang harus dilakukan antara lain di buat drainase  atau jalan keluar air, usahakan jangan sampai ada genangan air setelah hujan turun (untuk mengurangi kelembaban),  bersihkan sisa–sisa bahan organik yang masih dalam proses pembusukan (jamuran) karena kondisi ini sangat cocok untuk perkembangan bakteri,  penggunaan bakterisida yang berbahan AKTIF oxytetracycline dan streptomycin sulfate atau tembaga hidroksida penggunananya dengan cara di kocor pada pangkal cabe yang telah di tanam. Kedua, Cercospora capsici jamur pada cabe, akibatnya bintik-binti atau bercak-bercak melingkar terutama pada daunnya. Serangan yang terjadi menyebabkan daun rontok, baik dengan gejala daun menguning ataupun tanpa gejala daun menguning. Luka yang timbul pada batang, tangkai daun, dan tangkai buah berbentuk elips dengan pusat abu-abu yang dikelilingi warna gelap disekitarnnya. Pengendalaian dengan fungisida Victory 80 WP.



By : palinsi

Pembuatan Demplot Tanaman Kacang



Berlokasi di Kebun Penelitian dan Pendidikan (KP2) Instiper dibuat Demplot percontohan untuk tanaman kacang. Demplot ini dibuat agar masyarakat sekitaran kebun KP2 Instiper dapat melihat dan mencontoh apa yang mereka lihat. Sehingga mereka dapat menerapkan pada lahan lahan pertanian yang mereka miliki.

Tanaman Kacang ditanam di lahan yang terutup pasir dan abu kurang lebih seluas 500 m, tentu saja setelah dilakukan pengolahan lahan terlebih dahulu.  Pengolhan tanah dilakukan pembalikan, pasir yang menutupi bagian atas dilakukan pengolahan sehingga posisi pasir berada dibawah tanah dan dilakukan penggemburan tanah.  Setelah dilakukan penggemburan lahan, selanjutnya lahan dibuat guludan-guludan yang siap untuk ditabur benih kacang yang sebelumnya telah disiapkan. 




 By : palinsi

Penghijauan Pinggir X Gendol

Mulai tanggal 12 April sampai tanggal 18 April dimulai dilakukan penghijauan daerah pinggir kali Gendol di Desa Glagaharjo, khusus kesempatan ini Dusun Kalitengah Kidul. Tujuan penanaman pohon di pinggiran kali adalah untuk mencegah terjadi longsor. Bibit yang ditanam adalah bibit-bibit tanaman kehutanan yang tumbuh liar contohnya Lamtoro hantu dan Sogo. Pemilihan bibit tersebut disesuaikan dengan tujuan utama penanaman pohon dipinggir kali adalah semata-mata untuk tujuan konservasi. Pemilihan bibit yang tumbuh liar karena bibit tersebut memiliki jaminan hidup lebih besar dan ketika hidup kecil peluang untuk ditebang dan diambil batang/kayunya. 

Penghijauan dilakukan oleh masyarakat dengan cara padat karya, kegiatan penghijauan ini juga sekaligus memberikan pemasukan bagi masyarakat yang melakukan kegiatan penghijauan ini. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan program Pemulihan Sumber Penghidupan Berkelanjutan ini. 





By : palinsi