Sep 8, 2011

Perkembangan Tanaman Sengon


Pada tanggal 17 Agustus 2011 dilakukan pengecekkan terhadap tanaman sengon yang ditanam pada penghijuauan tahap 2 yaitu tanggal 13 Februari 2011 lalu, pengecekan dilakukan secara random sampling diareal KP2 INSTIPER, lokasi sampling diambil di KP2 Instiper disebabkan karena areal ini yang ditanam secara bersamaan dan selalu terawasi oleh Tim sedangkan penghijuan diareal lain sulit untuk dilakukan pengecekan satu persatu karena penghijuan dilakukan secara mandiri oleh masyarkat. 

                         Gambar tanaman sengon dan proses pengukuran

Sejak dilakukan penanaman pada bulan Februari hingga bulan Agustus 2011 kurang lebih 6 bulan rata-rata tinggi tanaman sengon adalah 113,8 cm, lebar tajuk rata-rata 102,5 cm dan diameter batang rata-rata sebesar 4,5 cm. 

Rata-rata untuk tanaman sengon relatif lebih sedikit terserang OPT (organisme pengganggu tanaman), penampakan luar tanaman sengon sangat baik dengan daun yang hijau, batang yang besar dan relatif tidak ada serangan OPT jika terjadi serangan yaitu serangan pada daun oleh belalang.

Perkembangan Tanaman Jabon

Pada tanggal 17 Agustus 2011  juga dilakukan pengecekkan terhadap tanaman Jabon yang ditanam pada penghijuauan tahap 2 yaitu tanggal 13 Februari 2011 lalu, pengecekan dilakukan secara random sampling diareal KP2 INSTIPER. 
                                                    Gambar tanaman Jabon yang tumbuh tanpa serangan OPT

Sejak 6 bulan dari penanaman rata-rata tinggi tanaman sengon adalah 73,2 cm, lebar tajuk rata-rata 85 cm dan diameter batang rata-rata 4 – 6 cm.

Berbeda dengan tanaman sengon, pada tanaman jabon lebih banyak yang terserang OPT antara lain ulat dan belalang. Akibat serangan tersebut diperkirakan mencapai 5 % tanaman yang mati dari total keseluruhan tanaman. 
                                                                              Gambar tanaman Jabon yang terserang OPT

Tidak jauh berbeda dengan yang terdapat diareal KP2 Instiper, dilahan-lahan yang ditanam oleh masyarakat secara mandiri juga begtu, banyak yang terserang ulat dan belalang.

Baksos Bahan Pokok

Rabu, 17 Agustus 2011 dilakukan bakti sosial (baksos) di dusun Susukan Desa Kepuharjo untuk masyarakat korban erupsi merapi. Baksos ini kerjasama antara Tim Recovery Merapi dengan Ir. Anjal Anie Asmara M.Si dan Ir. Eny Rahayu baksos dilakukan untuk menyambut lebaran Idul Fitri 1432 H diamana pada saat-saat menjelang lebaran semua harga kebutuhan pokok menjadi mahal, diharapkan dengan adanya baksos ini dapat membantu masyarakat untuk menyambut lebaran. 



Pada baksos kali ini bahan pokok yang dibagikan untuk masing-masing KK antara  lain  beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih dan teh. Kesempatan ini baksos dilakukan untuk untuk 55 kepala keluarga.